Muslim & Media Sosial

Bismillah, Alhamdulillah, Washolatu 'ala Rasulillah

Amma ba'd

Sosial media sudah menjadi hal vital dan sebagai contoh jati diri tiap tiap individu manusia itu sendiri. Lebih jauh media sosial sudah menjadi topeng bagi penggunanya. Manusia bisa dinilai atau di judge dari bagaimana ia bermedia sosial. Dalam konteks ini muslim juga tidak terhindar dari media sosial itu sendiri.

Media sosial bisa diibaratkan sebagai sebuah pisau, dia dapat digunakan sebagai sarana untuk menyebar syiar agama, membagi bagikan salam, menyebar doa doa dan mengajak manusia lain untuk kembali ke jalan yang syar’i. Namun disamping itu, media sosial juga dapat dipakai untuk sarana penyebar fitnah, pengumbar aib, serta pemicu kerusuhan antar umat manusia.

Seorang muslim yang budiman, harusnya dia tau bagaimana cara menggunakan media sosial dengan bijak. Layaknya seorang pilot, akun media sosial juga tergantung akan kemana dibawa oleh user-nya itu sendiri. Muslim yang bijak juga dapat memilah dan memilih kalimat mana yang pantas ditulis dalam kolom komentar dan kalimat mana yang seharusnya tetap hanya ada di angan angan.

Ujung jari jempol menjadi alat terampuh untuk perang ataupun sebagai sarana penyebar kebaikan. Semua sentuhan, layaknya perbuatan dalam islam lainnya, pasti juga akan dihitung serta dihisab sesuai dengan apa yang ia sentuh. Ujung jempol tidak bisa terhindar dari batas dosa dan pahala kala bermedia sosial, maka sepatutnya lah muslim berhati hati dengan apa yang akan ia sentuh dengan ujung jempolnya

حَدَّثَنِي عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدٍ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ـ رضى الله عنه ـ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏"‏ مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا، أَوْ لِيَصْمُتْ.... الى اخر الحديث

Tabayyun sangat diperlukan muslim atas apapun berita, tulisan, gambar, link, dan berbagau hal yang ada di media sosial. Muslim yang tidak bertabayyun akan terjebak dalam lingkaran hoax. Sekali ia membaca hoax, ia akan menyebarkan berita hoax tersebut, lalu pada akhirnya ia akan membuat berita hoax agar orang lain percaya dengan apa yang ia yakini.

Semoga kita semua muslim dapat terhindar dari bahaya dan madharat dalam bermedia sosial, amin, amin ya rabbal alamin

Komentar